News Update :

Senin, 24 September 2012

Jemput Aku Dalam Dermaga Bahagia

Jodoh cintaku... Bagaimana kabarmu saat ini?

Masihkah setia bermunajat di sepertiga malam?

Masihkah setia menjaga hati untuk kekasih halal yang kelak dipilihkan oleh-Nya?

Jodoh cintaku... Di sini aku rindu ingin berjumpa denganmu.. Namun... Siapakah..dimanakah dirimu saat ini berada? Berada di dekatku kah atau berada jauh di sana? Kapan kita bertemu...akankah dirimu menjemputku dalam dermaga bahagia....?

Kala ku terpekur seorang diri.. Kucoba merangkai kata hati..mencoba berkaca,siapa diri ini... Sungguh diri ini bukanlah malaikat yang sempurna tanpa cacat dan cela, juga bukan bidadari yang begitu suci mampu menjaga hati untuk kekasih halalnya nanti... Diri ini hanyalah insan biasa yang mencoba untuk menapaki hari dengan lebih baik lagi...

Namun dengan hadirmu cinta... Kuharap setelah ada ikatan suci di antara kita,semoga mampu saling melengkapi dan saling mengisi agar hidup yang kita jalani kian berarti...

Jodoh cintaku.. Kekasih halal yang kelak Allah pilihan untukku...

Mari hiasi hari-hari penantian ini dengan bermunajat pada-Nya disertai usaha maksimal kita,..berserah diri dengan segala ketentuan-Nya, karena apa yang menjadi pilihan-Nya tentu yang terbaik untuk kita...

Namun... Kapankah saat indah itu?

Semoga tak lama lagi kita bersua dalam dermaga bahagia.. Sejatinya jodoh akan datang sesuai tingkat kedewasaan kita.. Pernikahan adalah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah, pasangan hidup, keluarga dan masyarakat. Jikalau menurut Allah kita telah memiliki kedewasaan yang cukup untuk mengemban amanah itu, Insya Allah jodoh akan segera diberikan....semoga dengan berbekal iman kita mampu wujudkan harapan menjadi kenyataan, aamiin...

Keep semangat meraih Cinta dan RidhaNya

Cinta Tak Harus Memiliki

Ketakutanku menjadi nyata
Setelah sekian lama
Kita jalin asmara
Akhirnya kini ku harus rela
Melepasmu untuk dia

Meski sakit ku rasa
Tapi ku tak bisa apa-apa
Karna ku tak mungkin memaksa
Membuatmu tetap cinta
Bila sudah tak ada lagi rasa
Dihatimu yang dulu pernah ada

Jika kau benar memilihnya
Tolong jangan sakiti dia
Cukuplah aku yang merasa
Sakitnya dikhianati cinta

Ku harap kau bahagia
Dengan dia yang kau cinta
Walau aku yang harus terluka
Mungkin inilah rencana-Nya
Untuk aku,kau dan dia

Mungkin inilah yang disebut cinta tak harus memiliki
Karna selagi belum ada ikatan suci
Cinta itu masih menjadi misteri

Meski aku merasa tertatih
Setelah kau pergi
Tapi aku harus tetap berdiri sendiri
Aku tak boleh terus menangisi
Apalagi meratapi
Karna cinta tak harus berhenti disini

Kan ku coba untuk menjaga hati
Sampai cinta itu datang kembali
Membawa kebahagiaan yang abadi

Tuhan itu Satu!

Seorang Muslim wajib beriman atau mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Sebagaimana TV, Mobil, Kulkas, dan lain-lain yang tidak mungkin terjadi d
engan sendirinya tanpa ada pembuatnya, begitu pula langit, bumi, bintang, matahari, manusia, dan lain-lain. Tentu ada yang membuatnya, yaitu Allah!

“Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mu’min.” [Al ‘Ankabuut:44]

Setelah mempercayai keberadaan Tuhan, ummat Islam wajib beriman bahwa Tuhan itu satu.

Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah dengan misi menyampaikan kalimat Tauhid,yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah:

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. [Al Kahfi:110]

Nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim juga mengajarkan tauhid kepada ummatnya, yaitu agar hanya menyembah satu Tuhan, yaitu: Allah, dan tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)” [An Nahl:120]

Dalam Islam, mengesakan Allah adalah rukun yang pertama. Jika seorang masuk Islam, dia harus menyatakan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya.

Dari Ibnu Umar r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: “Islam ditegakkan di atas lima perkara yaitu mengesakan Allah, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan mengerjakan Haji “ [HR Bukhori-Muslim]

Sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang Maha Pencipta:

“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” [Al An’aam:1]

Jika ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah, misalnya berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sia-sia, karena berhala itu bukanlah Tuhan yang Maha Pencipta. Justru berhala itulah yang dibuat oleh manusia:

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” [Al A’raaf:191]

Menyembah Yesus atau Isa sebagai Tuhan adalah dosa yang amat besar. Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sedang Yesus atau Isa bukanlah pencipta alam semesta. Yesus atau Isa adalah seorang manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya, Siti Maryam:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” [Al An’aam:101]

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

“Katakanlah: Allah itu Satu
Allah tempat meminta Dia tidak beranak dan tidak diperanakan Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]

Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan itu adalah dosa yang tidak terampuni. Ini adalah perkataan Allah SWT sendiri yang tertulis di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

Jika seseorang melakukan kemusyrikan, maka sia-sialah amalnya meski mereka banyak berbuat hal-hal yang dianggap oleh manusia “baik”:

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az Zumar:65]

Sesungguhnya, Tauhid (Mengakui Tuhan itu ada dan satu, yaitu Allah SWT), adalah hal paling penting dan pertama-tama yang harus dipelajari oleh seorang Muslim. Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun masa-masa pertama kenabiannya, gigih menyampaikan ajaran Tauhid kepada orang-orang kafir Quraisy, begitu pula setelahnya.

Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More